229 total pengunjung,  1 pengunjung hari ini

CORETAPENANEWS.COM Jepara – Tradisi tahunan yang di gelar di Masjid Al Khoirut di Dukuh Sidomulyo Banjaragung menarik perhatian nagi masyarakat jepara. Kamis 28/5-2022

Kemarin sebagian besar ibu-ibu di padukuhan ini memasak ingkung atau dekem ayam. Ada tradisi unik yang sejak lama dilakukan warga di di dukuh Sidomulyo Setiap malam tanggal 27 Ramadhan, mereka membawa ingkung ayam ke masjid Al Khoirot dan kemudian menyantapnya bersama. “Ini wujud sedekah dan ucapan syukur kepada Allah SWT,” ujar ustadz Zainul Ufi , takmir masjid Al Khoirot.

Kegiatan yang baik itu dirintis oleh almarhum Mbah Guru Nursyid, demikian santri dan masyarakat menyebut KH.Nursyid. Almarhum adalah seorang guru dan sekaligus guru ngaji yang dikenal sangat sabar dan bijaksana. Sebelum meninggal, ia mengumpulkan santri-santrinya untuk meneruskan tradisi itu. Karena itu adat baik tersebut di lanjutkan oleh ustadz Zainul Ufi dan ustadz-ustadz lainnya.

Disamping itu juga ada kebiasaan baik yang sudah berjalan turun temurun dan berpuluh tahun di masjid Jami’ Al Khoirot. Setiap malam masjid tersebut selalu dipenuhi ratusan santri yang mengaji Alquran secara gratis Puncaknya adalah di acara hataman/khotmil quran santriwan santriwati masjid Al Khoirot yang dilaksanakan malam 27 Ramadhan.

Pembaiatan santri oleh Ali Ahmadi, perwakilan guru dan ustadz masjid Al Khoirot. Pada malam pitu likur Ramadan itu semua pemuda-pemudi masyarakat hadir berkumpul bersilaturrohim dan berdoa bersama di masjid dengan membawa sodaqoh makanan. Harapannya semoga dimalam 27 ramadan bisa mendapat keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

Menurut Misbahuddin selaku Ustadz dan Pengurus Masjid Al Khoirot, acara yang berlangsung Kamis malam ini terdapat 60 ingkung ayam yang dibawa warga. Jumlah tersebut berasal santri yang khataman Quran dan selebihnya dari masyarakat sekitar.

Disela – sela acara juga ada penyerahan santunan dari Helmy Turmudhi selaku DPRD Jateng dan remaja masjid kepada warga yang kurang mampu, anak yatim, Ketua Takmir dan 2 merbot.

Di masjid Al Khoirot saat ini terdapat sekitar 100 santriwan santriwati yang mengikuti proses pembelajaran Alquran. Untuk memberikan pendidikan yang baik ada absensi santri. Sedangkan untuk pembelajaran ini didukung 23 ustadz ustadzah. Imbuh Zainul ufi.

Dalam sambutannya Helmy Turmudhi menyampaikan supaya acara yang baik ini bisa dilanjutkan sehingga pendidikan Al Qur’an kepada santri di komplek masjid Al Khoirot ini bisa langgeng sehingga membawa manfaat dunia akhirat, ujar Helmy.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *