Screenshot 20240515 081336 Chrome

Coretanpenanews.com Semarang
Tokoh Masyarakat Jateng, Doktor Muhammad Jumadi menyampaikan keprihatinannya atas terjadinya peristiwa kecelakaan bis di ciater yang menewaskan puluhan siswa SMK Lingga Kencana Depok Jawa Barat.
Hal ini disampaikan Jumadi setelah mengamati peristiwa kecelakaan Bis yang sering terjadi di Negeri ini,” Mestinya pihak perhubungan bisa melakukan cek Kir kendaraan bis yang akan digunakan, karena kecelakaan bis ini diduga salah satu penyebabnya tidak berpungsinya rem dan tidak laik jalan,” ungkap Pria yang juga Ketum Forum Wakil Kepala Daerah (FORWAKADA) se Indobesia melalui pesan selulernya. (Selasa, 14/5-2024)

Jumadi juga meminta Kementerian Perhubungan RI segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan sangksi kepada Perusahaan Bis yang melanggar peraturan perundangan yang berlaku agar semua kendaraan umum bisa laik jalan.
Img 20240515 Wa0005

Sebagaimana informasi yang dapat dihimpun Media ini, beberapa kasus yang terjadi dibawah Kementerian Perhubungan RI yang belakangan ini telah menjadi sorotan Masyarakat diantaranya Kasus kecelakaan bis Depok di ciater yang menewaskan banyak siswa SMK Lingga Kencana juga kasus tewasnya Siswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang dianiaya seniornya.

Terkait masih seringnya kecelakaan lalu lintas yang penyebabnya sama, yaitu
Pertama, Aturan Upah standar sopir truk dan bus oleh Kemenaker, Kedua dibuat pengumuman secara periodik oleh Ditjenhubdat, PO BUS yg layak digunakan untuk Wisata, Ketiga Dirjenhubdat memerintahkan BPTD bekerjasama dgn Dishub lakukan _rampcheck_ bus wisata ke lokasi destinadi wisata, Keempat Usut tuntas kasus Subang, perkarakan pemilik bus juga pengusaha sebelumnya, termasuk juga tim uji kir yg keluarkan uji laik setiap tahun, kelima naikkan tunjangan fungsional petugas uji kir, Keenam kampanye masif penggunaan sabuk keselamatan* untuk perjalanan jarak jauh kendaraan umum dan kendaraan pribadi, Ketujuh destinasi wisata diwajibkan menyediakan tempat istirahat yang layak bagi pengemudi, Kedelapan diwajibkan 2 pengemudi untuk setiap bus wisata.

(TIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *